Selasa, 24 Februari 2015

Ketika Permata Hatiku Sakit.....

Tanggal 19 Januari 2015

Keretaku datang terlambat di Surabaya, sehingga begitu tiba di rumah baru *udah pindah ke Sidoarjo..hehe* aku nggak sempat memeluk manja si Ogel. Kayaknya dia juga lagi tidur.
Maka aku segera mandi dan sarapan, lalu menjemput kedua calon mertua di Terminal.

Yep, hari itu keluarganya datang untuk memulai prosesi awal hubungan kami ke jenjang pernikahan. Alhamdulillah semuanya lancar. Ayahku bahagia dan terharu ketika melihat calon Ibu Mertua dan Bapak Mertua dadah-dadah sambil tersenyum lebar ke araku dari dalam bis yang membawa beliau. *Ah Ayah, baru tau ya kalau anak gadismu ini emang begitu mudah untuk dicintai.....#dilemparsandal*

Prosesnya berjalan lancar, seharian sampai menjelang maghrib. Pada dasarnya semua setuju, kalaupun ada yang memintaku berfikir lagi sepanjang-panjangnya, aku anggap itu bentuk bahwa ada yang perhatian dan ingin memastikan aku tak akan menyesal. Tapi bagiku hidup itu pilihan, aku juga bertanggung jawab atas pilihan yang kuambil. Beberapa kesempatan malah aku nggak bisa tampil anggun mempesona di hadapan calon mertua yang kalem :'( Emang muka cerangapan  ini susah disembunyikan...udah setting default nya begini.

Tanggal 20 Januari 2015

Ogel nggak mau makan, kata adekku. Mungkin dia rewel sama makanannya, lalu dia juga kupindahkan ke kandangnya sendiri (dia disatukan ama si Bubu biar ada temennya kata Mama, padahal si Ogel itu kucing posesif dan nggak suka berbagi...Persis ama emaknya ini Hwahwahwa...).

Seharian ini aku keliling sama adekku ke kantor lama ku dan ketemu sama sahabat-sahabatku :* , Lalu ke Surabaya ambil HP adekku yang diserpis, HP barunya sekarang seharga 650.000 tapi ganti sparepart nya 800.000 Hahahhaha.. nggak masuk akal lah harga sparepart lebih mahal dari harga unit baru. Ketika kutanyakan ke CS nya, mereka bilang : Karena harga spare part nya nggak ikut turun. #KetawaGetir

Akhirnya beliin si adek-adek 2 unit HP yang sama persis. Iyalah, udah kerja ini, biar jadi penyemangat untuk segera lulus kuliah demi masa depan mereka juga... Tapi HP yang dibeli mereknya sama kayak HP yang diserpis sebelumnya, dasar adekku nggak belajar dari pengalaman... #tonyor

Setelahnya aku ke petshop daerah Puri Surya Jaya, aku beli semua makanan kesukaan Ogel. Mulai dari snack, Royal Canin spesial nya, vitamin, makanan kalengn dsb sampe 300ribuan... Kali aja dia pengen makan mewah :))

Tanggal 21 Januari 2015

Well, Ogel beneran nggak mau makan. Dia makin lemes. Aku keluarin dari kandang tapi dia malah milih ke tempat -tempat gelap dan basah. Padahal dia nggak suka air. Tiap mau grooming pasti ke dokter Allin biar aku bisa pegangin dia, kalau nggak gitu dia kabur... hiks..

Trauma dulu kelinciku kalau udah sembunyi-sembunyi itu berarti mau mati, aku langsung panggil dokter. Sayangnya dokter hewan di daerah rumahku ini nggak tanggap, harus nunggu jam 11 baru dia datang, terus dia bilang Ogel buntu saluran kencingnya dan kalau terlambat bisa mati. Harus di kateter tapi harus aku yang dorong kateternya karena tersumbat saluran kencingnya... Mateeek!!! AKU YANG DORONG ???! Lah yang dokter hewan siapa? Bentuk kateter kayak gimana aja aku nggak tau! Dokter tersebut bilang kalau tenaganya nggak kuat buat dorong kateter masuk penis Ogel... Waduh, aku udah horor aja ama penanganannya...

Tapi dia meyakinkan kalau dokter daerah sana jarang ada yang mau kateter, biasanya main suntik aja terus malah kena ginjal. Dilema deh guweeeeeh.... !!!! Ogel makin lemas, aku makin cemas. Akhirnya aku iyakan aja deh apa mau tuh Vet. Tapi dia bilang nggak bisa dibawa ke kliniknya sekarang, karena dia mau ke pasien lain.... HAH?? Doi bilang kalau telat si Anak Lanang bisa mati, lah kok mau ditunda lagi???

Dia bilang nanti malam nggak apa. Ah, aku sih nggak mau ya..sori aja. Aku pribadi nggak suka kalau dinomor duakan, apalagi buat anak kesayanganku, apalagi dia lagi kesakitan, apalagi dia sama sekali ga mau makan dan minum, apalagi dia bilang KALAU TELAT BAKALAN MATI!!!

Akhirnya dia janji habis dhuhur. Sayangnya di telingaku janji itu tinggal janji, lah udah jam 11 lebih, habis dhuhur kan 1,5 jam lagi??? Nggak mungkin lah ya cukup buat dia nemuin pasien2 dia lainnya yang sekedar Vaksin...

Ogel udah lemes

Aku kembali browsing klinik terbaik, terlengkap dan 24 jam. Alhamdulillah ketemu, langsung telepon, nanyain apa bisa menangani kucing yang terkena FLUTD ( Feline Lower Urinary Tract Disease) , biaya inep nya berapa dan ada dokter jaganya nggak kalau malam...

Mamaku mencoba telepon dokter yang datang sebelumnya, memastikan jam berapa Ogel bisa ke klinik, tapi sayang jawaban dokter itu cuma bilang : Nggak Tahu ya nanti sampai jam berapa...ini masih baru mau nyampe pasien yang lainnya.... Udah jam 1 lebih, aku juga ga tau sampai kapan Ogel bisa bertahan.

Minta tolong ayah untuk bawa aku ke Klinik. Ditemani Rizka dan Adek Titi. Ogel nggak aku masukin ke carrier nya , tapi aku gendong dan aku ajak ngomong. Sepanjang jalan air mataku bercucuran, calon suami telepon berusaha menghidur tapi hatiku udah nggak bisa tegar lihat Ogel lemes di gendonganku. Matanya tetap bulat tapi nggak lagi menggemaskan.. belum lagi bila dia mengeong kesakitan, makin deras lah air mata ini keluar...

Setelah di data namaku dan Ogel, Ogel segera ditangani dokter hewan yang tampak masih muda (tapi setelah aku googling  ternyata memuaskan track recordnya). Dia memperlakukan Ogel penuh kasih sayang, ngajak ngobrol, dan menjelaskan padaku panjang lebar tentang penyakitnya, prosedur penanganan pertamanya dan therapy yang harus dijalani Ogel.

Menunjukkan bentuk kateternya, harganya kateter, harga bius Ogel, biaya tindakan, biaya opname dan dokter setiap harinya. Bila kondisi Ogel tidak membaik maka harus dilakukan tes darah yang nominalnya luar biasa untuk PNS sepertiku #halah...

Ogel harus dibius sebelum pemasangan kateter,nggak bisa dipasang dan didorong ngawur karena selaputnya itu kecil, kalau malah sobek bakalan makin berbahaya (Ya Allah gusti...syukurlah aku nggak jadi ke dokter yang bakalan nyuruh aku dorong kateter ke Ogel.. Huft...). Aku tanda -tangan resiko pembiusan, meskipun resiko Ogel gagal terhadap Obat Bius kecil tapi klinik tersebut memberlakukan prosedur yang tepat. Dengan mengucap bismillah kutandatangani resiko tersebut....
Bismillahhirromannirrohim....

Satu jam lebih aku menunggu proses pemasangan kateter dan dikeluarkannya penghambat saluran kencing Ogel. Air mataku menetes beberapa kali. Sekalian belanja Proplan dan kebutuhan Happy, Aila, Bubu dan Te-En (kucing-kucing lainnya).
Dokternya nggak kunjung keluar dari ruang operasi. Sedangkan sudah mendung, Rizka harus pulang dan aku harus istirahat. Petugas non medis pun menyarankan aku untuk pulang saja dan nanti akan dikabari.

Dalam perjalanan dokter pun mengirimkan ku foto yang membuat hatiku semakin sedih...

Setelah di kateter, urine Ogel sebanyak 75cc bercampur darah sepekat ini. Hancur sudah pertahananku... Penyebabnya banyak, bisa karena Ogel jarang minum, karena si Ogel ini kalau kotor dikit nggak mau minum. Bisa karena litter nya nggak bersih dan kucing segan untuk pipis, karena campur ama si Bubu padahal Ogel nggak seneng berbagi. Karena Ogel nggak pernah gerak. Paling mungkin karena makanan Ogel mengandung magnesium dalam jumlah tinggi yang akhirnya jadi kristal dan endapan... Menyesal telah membiarkan dia makan makanan dengan harga sekilo 50-60ribu-an. #NangisNgejer

Jam 17.00  dokter sebelumnya SMS aku dan bilang kalau Ogel bisa dibawa ke kliniknya. Aku langsung balas bahwa Ogel sudah ke klinik lain untuk ditangani karena kondisinya mengkhawatirkan. Lalu dokter tersebut bilang knapa aku nggak ngomong karena dia terlanjur batalin pasien-pasien dia yang lain...

Aku jadi agak kesel, lah jam 11 dia bilang kucingku telat dikit meninggal tapi dia malah ke pasien-pasien lain dan janji jam 1 an. Jam 1 aku sms 3x dia nggak balas, aku telepon juga nggak diangkat. Jam 1.30 mamaku yang telepon pake nomer lain, diangkat. Beh..udah empet deh aku. Tapi dia masih keliling-keliling... Aku kira sih kalau udah tau bahwa ada pasien yang butuh ditangani segera mbok ya ditangani dulu. Percuma ngejar pasien banyak-banyak yang sekedar vaksin tapi akhirnya ada nyawa yang nggak tertolong.

Habis Maghrib Ogel belum juga siuman. Dokternya mengabarkan bahwa Ogel saat ini sednag diberi Oksigen untuk mempercepat dia sadar. Aku makin kenceng doa. Juga ngerasa nggak berdaya karena nggak bisa di dekatnya saat ini dan memastikan dia tahu bahwa dia mendapat kasih sayangku sepenuhnya. Akhirnya Ogel sadar sekitar pukul 19.40, meskipun masih agak limbung.




Ogel pakai pampers dan kateter. Di tangan kanannya terpasang infus karena dia dehidrasi dan nafsu makannya belum pulih. Dia juga menerima obat pain killers untuk mengurangi rasa sakit pada kandung kemihnya, saluran pipisnya dan rasa sakit akibat di kateter... :'(

Mungkin dia sedih terbangun sendirian di klinik, tanpa aku... hiks hiks...

Besoknya aku harus pulang tanpa sempat menjenguk Ogel karena jam besuknya bareng jadwal keretaku ke Jakarta. Mama, Ayah, dan kedua adikku yang menjenguknya. Saat dijenguk Ogel malah nangis katanya.

Aduh Nak, sakit banget ya??? Maaf...secepatnya Mama bakalan pulang lagi, Sayang...

Dokter mengabarkan bahwa urine Ogel masih bercampur darah tapi lebih sedikit dibanding kemarin.

Tiap hari dokternya mengabarkan perkembangan Ogel, tanggal 23 Kemarin Ogel mulai makan lebih lahap dibanding hari sebelumnya. Mulai banyak minum juga.

Saat dijenguk Ayah dan Mama, Ogel malah bersikap manja dan menggeliat lucu. Dokternya bilang bahwa Ogel hanya mau makan makanan fresh. Kalau dia makan lalu nggak habis, 2-3 jam lagi dia lapar dia nggak mau makan makanan SISANYA SENDIRI. Kalau diganti yang baru dari pack tuh dia mau makan lagi... Ayah dan Mamaku jelas tertawa, karena emang dari kecil Ogel ini mirip banget sama aku : NGGAK MAU MAKAN MAKANAN SISA DAN MAKANAN YANG NGGAK HANGAT. Well, like mother like son. 

Hari ini Ogel membaik, darah di urine nya jauh lebih sedikit. Tapi Ogel belum bisa lepas infus. Setidaknya selama 5 hari kateter Ogel harus terpasang (plus pampers). Setelah dilepas, baru dilihat apakah Ogel bisa pipis tanpa kateter dan kondisi urine nya sudah normal atau belum. Sebenernya bisa sih dia Rawat Jalan setelah hari ke lima. Tapi mengingat Mama dan Ayahku mungkin ada urusan lain dan aku juga khawatir Ogel terabaikan atau kenapa- kenapa maka aku berpesan ke dokternya untuk membiarkan Ogel opname sampai benar- benar pulih.

Cepat sembuh ya sayangnya Mama, makan yang lahap. Maafkan Mama yang lalai ngasih makan kamu makanan yang nggak berkualitas, maafkan Mama yang nggak bisa nemenin kamu di rumah sakit ya sayang...

Mama musti kerja biar Ogel dan kucing-kucing lainnya terjamin kesehatan dan kesejahteraannya...

Jangan sakit gini lagi ya Ogel, mama sedih... :'(

Btw, ternyata bila di konversi ke umur manusia, Ogelku sudah berusia 33 tahun :)
ngecek nya di sini

Ogel, Pangeran Kecil Kesayanganku

Februari 2011 aku memutuskan memelihara kucing, well..sejarah sebenernya itu kucing mau aku jadikan hadiah tapi sayangnya ditolak :D. Udah sempat aku tawar-tawarin di iklan broadcast BBM tapi ternyata manjanya dia bikin aku luluh dan jatuh cinta. *mmmuachhh!*

Hari pertama beli dia dan ditolak, aku langsung bawa dia ke dokter hewan ditemani sahabat-sahabat semasa kuliah. Aku cemas karena pipisnya berwarna merah, takut kalau dia infeksi. Setelah diperiksa ternyata dia sehat wa afiat, syukurlah...warna merah itu karena makanannya, entah apa dulu makanan dia *tepok jidat*. Dia pun langsung di vaksin dan pulang ke KAMARKU.

Keluargaku nggak suka aku melihara hewan. Apalagi kucing, yang santer diberitakan bikin aku susah hamil... Padahal masalah bakalan hamil atau nggak ya tergantung seberapa keras nanti suami berusaha...#EH ???!


Setelah sebulan lamanya aku berbagi kamar dengan Ogel (karena ayahku mengancam bakalan buang dia kalau sampe ngotorin rumah) , pelan-pelan aku ajari Ogel bebas keluar kamar tapi kalau ada Ayah dia langsung lari ke kasur.. hahahha.. Good Job! Tapi pada akhirnya, karena aku tahu bahwa Mama dan Ayahku itu berhati mulia maka tak sampai setahun si Ogel pun menjadi kesayangan keluarga. Lihat saja matanya Ogel yang bulat lucu itu, siapa coba yang nggak gemes???


Dia selalu nemenin aku tidur tiap malam, membangunkan aku sekitar pukul 1 atau 2 pagi untuk minta disuapi, pinter banget untuk buang air di litter nya, rewel masalah makanan karena dari awal udah dikasih Royal Canin dan Proplan yang buat mahasiswa pas-pas-an kayak aku ini harus menyisihkan uang makan sendiri.  Belum lagi vitamin dia Nutriplus Gel yang harganya 90ribu per tube nya. Kalau dia butuh obat cacing, vaksin tahunan , periksa dokter..... hahahah.... bener-bener nggak pake perhitungan deh buat ngurusin si Pangeran Kecil ini. Pasirnya aja 60.000/5 liter dan bisa habis dalam waktu seminggu..dududuuuu..

Si Ogel pernah sakit? Paling juga dia mencret, bisa karena dia salah makan atau lagi demam biasa atau malah cacingan. Waktu dulu dia sakit perut, aku melarikannya ke RS Hewan Unaiversitas Airlangga. Alasannya simple, pasti lebih murah daripada ke klinik dokter hewan..hahaha..dasar mahasiswa!

Karena Ogel ini otot-ototnya kuat banget, maka dia berontak tiap mau diminumin obat. Butuh 4 orang coy buat masukin obat ke mulutnya. Belum lagi dia pernah pura-pura mati habis minum obat sampai vet nya telepon aku, begitu aku datang dia bangun dan ngeluarin pil yang disembunyikan dia di lidahnya. Oalah Nak....

Dokter Komang bahkan pernah berpesan "Ogel ini nggak bisa minum obat..manjanya...jangan sampai sakit kalau gitu ya..." setelah jari beliau berdarah setelah memaksa si Ganteng ini minum obat cacing.

Tapi kalau Mamanya yang minumin dan nge-spet vitamin / minyak ikan/ suplemen sih dia nggak pernah bikin tanganku luka.. Hanya saja aku harus raja tega ketika duduk di belakangnya dan megangin kepalanya atau membuka rahangnya... Tapi sambil nggudang : "Ayo toh Nak, diminum biar cepet gendut ya..cepet sehat .. Mama nggak peduli dianggep jahat deh, yang penting kamu tetep sehaaaattt..." -----> biar pengalaman kalau anak sakit.

Ogel itu paling nggak bisa dicuekin. Kalau aku nyampe rumah, aku harus ngajak dia maen. Kalau aku telpon-telponan dia pasti langsung narik HP ku dan menidurinya.
Kayak gambar-gambar itu kelakuannya sama HP ku...hehehe..

Kalau aku lagi garap kerjaan motret ketika masih aktif jadi fotografer, dia bisa aja kelakuannya untuk menarik perhatianku...

Mulai laptop nyala yang langsung ditiduriiiin... :)

Sampai dilarang buka laptop !!!

Tapi ada satu foto yang aku paling suka ketika dia nggodain aku dan selalu aku pindahkan karena udah deadline ke klien. Setelah beberapa kali dia tidurin laptopku dan aku terus terusan mindahin dia, dia langsung pose begini :
Hahahhaha.. kalau udah kena mata bulatnya dan dia gulung-gulung gitu ya siapa yang tahan nggak peluk -peluk dia... Akhirnya lupakan deadline, nemenin si Ganteng ini maen sampai dia tidur :))

Ogel selalu jadi prioritas. Ada kejanggalan sedikit saja dia sudah langsung ditangani oleh dokter yang tepat. Untuk makanan dan vitamin selalu kupilihkan yang terbaik (dan bersahabat sama kantong) , urusan kandang sih dia jagonya bikin aku beli kandang - kandang gede untuk memanjakan dirinya...hihihi..

Hingga akhirnya dia menikah dengan kucing kenalannya temen, lalu kami diberi satu anak yang bernama Aila pada 2012. Aila langsung jadi putri kesayangan Mama dan Ayah. Selalu dibuatkan susu dan bubur bayi... Hehehe, sedang aku tetep cuma fokus ke Ogel..
Tak lama kemudian Ogel malah nikahin Aila, lalu lahirlah anak-anaknya... lupa deh udah berapa generasi.. beberapa kami jual, berikan ke keluarga dan beberapa ada yang meninggal dalam kandungan *hiks* . Tapi fokusku tetap Ogel. Selama Ogel baik - baik saja maka semua baik - baik saja.


Lalu aku harus pindah kerja di Jakarta. Ogel tak mungkin dibawa ke kosan. Akhirnya dia pun kutinggalkan bersama dengan Mama Ayah dan kucing lainnya. Mungkin karena pendapatanku berkurang sejak harus hidup mandiri di Jakarta, lalu Mamaku kasihan karena aku harus keluar uang banyak untuk kucing-kucingku, maka mereka downgrade makanannya.... Karena mereka nggak diare dan nggak bermasalah dengan makan barunya, maka semua dianggap sehat...

Hingga hari itu aku menyadari sesuatu terjadi... *Next Post*

Jumat, 17 Oktober 2014

Hasil Survey Biaya Kursus Bahasa Inggris di Jakarta Pusat

Assalammualaikum,

Semua bermula dari posisi di kantor saat ini, dengan memiliki pimpinan yang langsung Eselon II, tentu undangan rapat yang masuk sekaliber pejabat Eselon II. Tanpa filter Eselon IV dan Eselon III, semua pekerjaan saya langsung dikoreksi pimpinan.

Maka saya pun mulai melahap bacaan-bacaan ekonomi yang saya nggak paham maksudnya, saya mulai membaca peraturan-peraturan yang bikin ngantuk, dan saya belajar mengkaji kebijakan meski saya tau saya nggak ada bijaknya sama sekali.

Karena agenda pimpinan yang padat, maka tak karang 1-2 rapat setiap harinya didisposisikan ke saya atau rekan saya, Mas Dayat yang sekarang lagi honeymoon ke Bali. Rapat yang saya hadapi biasanya bareng dengan direktur, pimpinan lain, dan orang-orang asing padahal mama saya sudah wanti-wanti dari kecil untuk tidak berbicara dengan orang asing.

Mulai dari presentasi Ernst&Young (bener kan tulisannya?), rapat kerjasama dengan negara lain, sampai menghadiri hal-hal mengenai kebijakan perdagangan borderless. Semuanya FULL ENGLISH !!! Omaigot!

DAN SAYA HARUS BIKIN LAPORAN DARI SEMUA KEGIATAN ITU!

nulis opo?
ngerti ae enggak.

Well, even my english skill not really bad, but I think I will take an english course.

Mumpung semangat masih menggebu-gebu, maka semalam saya keliling toko buku untuk belanja pelajaran Bahasa Inggris dan keliling daerah sekitaran kos-kantor untuk cari tempat les. Harus yang dekat, karena macetnya Jakarta saat pulang kantor itu menimbulkan rasa ingin gelar kasur dan bantal di ruangan bu Boss.

Ada beberapa kursus bahasa inggris bagus di Jakarta. Wall Street English salah satunya. Paketan dia selama 2 tahun, dengan harga sebesar rapelan gapok dan tkpkn selama 6 bulan. Sementara ini langsung coret dari daftar, belum mampu sayaaaaah.... Hehehe.. *Nanti buat anak-anak saya, semoga mampu ibumu ini memberikan pendidikan terbaik,nak* #elapingus

Ada I/A/L/F yang saya tertarik. Lokasinya jauh sih, tapi demi ilmu maka saya ayeye aja.
Lokasinya di Plaza Kuningan. Sayang dia adanya program IELTS nya aja, Placement Test nya cukup Rp75.000 (murcee dibanding yang lain) tapi cuma bisa Senin-Jumat antara jam 8 dan jam 3 sore. Ebuset, ijin dong saya?? Untuk dapat masuk kelasnya, kamu harus Intermediate Level terlebih dahulu. Kalau ternyata kemampuan Bahasa Inggrismu kurang, kamu DITOLAK. Biayanya Rp4.100.000- Rp4.300.000 untuk 50 jam pertemuan.
Pembagian pertemuan ada yang 2 minggu, 5 minggu dan 8 minggu. Kalau 2 minggu dan 5 minggu itu kayak sekolah, masuk di hari kerja, biayanya 4,1 juta. Kalau yang 8 minggu itu kelas Sabtu, masuknya dari jam 08.45 sampai jam 16.00 biayanya Rp4.300.000.
Dengar-dengar I/AL/F sih bagus ya, maka dari itu ini aku keep dulu aja, belajar dulu  General English sampe Intermediate level di kursusan lain, baru ikut IELTS disini.



Ada English First Gunung Sahari. Paling Oke nih tempatnya, berada diantara Kos dan Kantor. Lagipula aku kan lulusan EF dulu selama sekolah SMA dan kelasnya FUN! I love it!
Maka saya pun menanyakan biaya kursusnya.
Placement Test yang berisi tes writing dan speaking biayanya Rp100.000 (mampu lah ya)
General English untuk 64jam pertemuan biayanya Rp4.920.000
Toefl Preparation untuk 60jam pertemuan biayanya Rp5.160.000
Well, seminggu 2x pertemuan dan masing2 2jam. Itu artinya selama 16 minggu atau 4 bulan untuk GE nya. Tapi pakai Native Speaker. *Pengalaman dulu di EF emang harga ga boong, nikmat banget belajar ama native, aku salah ngomong prounonciation nya langsung diperbaiki sampai fasih. Tapi biaya kursusnya itu sama kayak THP sebulan CPNS sepertiku ini....Maka keep dulu infonya, beralih ke kursusan lain.

Ada ILP di Cikini. Sudah sejak Magang di Jakarta aku tertarik ama kursusan satu ini.Dekat dengan kantor juga dan nggak macet amat lah kesana.
Placement Test Rp100.000 terdiri dari speaking dan pilihan ganda. Untuk preparation TOEFL dia punya 2 level, biayanya Rp2.900.000 selama 5 bulan (kurang lebih 600.000/bulan lah cocok...) tapi bayar DIMUKA. Muka siapa? Kelasnya bakalan dibuka 3 Nopember 2014 ini, hari Senin dan Rabu jam 19.00 - 21.00, untuk General English nya per level mulai dari Rp1.100.000 untuk 2,5 bulan (2x pertemuan seminggu). Not bad lah ya, reasonable price sebenernya. Tapi pengajarnya nggak native... :'(

Ada TBI yang berlokasi di Kuningan juga. Okelah ini pernah jadi tempat kursusku dulu. Langsung telepon nanya biaya kursus. Seneng deh sangat informatif disini.
TOEFL IBT Preparation minimal kamu level Intermediate, di tes dulu (Placement Test GRATIS) pake pilihan ganda 100 soal dan writing. Kalau lolos, biayanya Rp5.140.000 untuk 72 jam pertemuan. Mentornya 50-50 antara native dan non-native. Kalau ambil yang intensif class maka berlangsung selama 5 minggu. Kalau ambil yang 3x seminggu maka berakhir setelah 9 minggu dan jika mau Sabtu aja ada 2 pilihan, jam 09.00-01.30 selama 18 minggu atau jam 14.00-17.15 selama 24 minggu. (Asyik bisa disesuaikan dengan kemampuan membayar).

Global English disini juga cukup worth it menurutku. Total ada 12 level, Jika reguler 2x seminggu maka akan berlangsung selama 20 Minggu, jika Intensif setiap hari berlangsung selama 4 minggu, jika semi intensive 3x seminggu maka akan berakhir setelah 12 minggu. Kalau mau full native biayanya Rp4.960.000 , kalau mau 50-50 biayanya Rp3.800.000 dan bila mau ambil kelas Sabtu aja yang terdiri dari 25 -75 antara native dan non-native biayanya Rp3.410.000. 

TOEFL Preparation saya kemaren di LIA Surabaya udah cukup tinggi sih, tapi saya tau bahwa saya harus selalu menggunakan Bahasa Inggris saya, malu lah mewakili instansi rapat bersama orang asing tapi aku diem aja. Cuma sibuk nyatet, padahal kadang ga tau nyatet apaan.. tau-tau udah jadi daftar belanjaan aja...

Ikut kelas TOEFL itu biasanya bagi saya membosankan, lebih seneng yang General English atau Conversation sebenernya. Tapi demi beasiswa yang saya impikan, saya tau saya harus ambil les TOEFL.

Maka sebelum memutuskan, saya mau tidur siang dulu...
Zzzzz....






Rabu, 08 Oktober 2014

Mempercantik Kamar Kos

Assalammualaikum...
Setelah sekian lamanya saya tinggal di Jakarta demi mengabdi pada uang negara akhirnya saya memutuskan pindah kos. Banyak pertimbangan sebenarnya mengapa saya sampai rela angkut-angkut barang saya yabg awalnya ke Jakarta habya satu koper,jadi satu pickup. *senyum lebaaar*

Alasan pertama karena di kost yang baru ada banyak sekali rekan sekantor. Jadi bisa sharing knowledge alias curhat sih sebenernya. Hahaha.. Alasan berikutnya pengen yang luas, karena saya bekerja di Jakarta ini nggak cuma seminggu-dua minggu yang pasti mungkin akan beli barang-barang sesuai keinginan eh,kebutuhan jadi saya butuh space yang luas.

Berikutnya tentang kamar mandi dalam. Demi efisiensi waktu karena saya bekerja di tempat yang telat semenit aja potong gaji, maka urusan waktu mandi jadi perhatian khusus. Kalau pakai kamar mandi sharing kemungkinan untuk berebut semakin tinggi. Lagian kalau kamar mandi dalam, jadi lebih higienis.

Tapi mencari kamar kos tidak mudah. Di daerah Kwitang fasilitas begitu plus AC pasti diatas 1,5jeti. Dengan gaji CPNS yang baru 80% tentu lebih baik uang segitu tiap bulan dipakai buat investasi lainnya. *anak keuangan mode: ON*

Setelah nggak pengen pindah,tiba-tiba angin segar itu datang. Kamar kos mbak Tata yang ditinggal kuliah D4 STAN kosong. Maka mulailah survey bersama kang mas.

Pertama masuk langsung ACC deh. Luas kamar 4×4 plus kamar mandi dalam. Kang mas pun mengiyakan aja, dia bagian memastikan bahwa tempat tinggalku aman dan nyaman. Kos ini menurutku cukup aman karena untuk masuk saja butuh rangkaian kunci pagar dan gembok serta gerbang kos. Maka mulailah 2 minggu kemudian kami pindahan. Kang mas khusus datang membantu pindahan,sekalipun sudah dibilangin ada kurir pindahan.

*Memastikan aku nggak angkut-angkut barang berat katanya,tau aja kalau cantiknya ini mental kuli...hahahha*

Mari kita skip acara angkut-angkut dan beres-beres kos ala pengantin barunya *hihihi* karena lebih banyak adegan bercanda dan makannya daripada beresnya. Kecuali adegan aku ngerusakin tas nya Kang Mas dan berantakin buku-buku yang udah dia tata sampai keringetan.
*Honey, Am I already told you that you're so sexy on that day?*

Nah, beginilah kondisi kamar kos setelah satu minggu.

 Kondisi depan kamar kos, ada keset meskipun ala kadarnya. Plus sandal jepit untuk area sekitar kamar kos. Sepatu bisa dirapikan di rak sepatu, atau lemari sepatu. Saya sih lebih suka kontainer- kontainer gitu sih, kalau rak sepatu khawatir kotor atau tidak tertata rapi. Akhirnya saya memutuskan menggunakan Hanging Shoes Organizer dagangan saya. Harganya cuma Rp 75.000, terdiri dari 9 susun dengan restliting di kanan - kiri.

Belakang Pintu 

Di belakang pintu saya gunakan untuk menggantungkan alat- alat pembersihan dan payung. Saya kurang suka menggantung-gantung pakaian dalam kamar, jadi saya memutuskan untuk menggunakan hanger tempel yang ada untuk meletakkan kemoceng - penebah dan sapu indoor. Bedakan sapu  indoor dan outdoor yah....

Sudut Makanan
Bagian terdekat dengan colokan listrik digunakan untuk sudut makanan. Dispenser dan Magic Com diletakkan disini, plus rak dispenser yang multifungsi, pada rak tersebut saya letakkan toples gula, toples permen, Teh celup, Oat, Kopi, Susu, Kue, dll. Pada meja lipat selain ada magic com juga ada toples camilan, tempat sendok, serta tissue. Di sebelahnya ada Hanging Bag Organizer juga untuk meletakkan koleksi tasku biar rapi dan nggak berdebu (ini dagangan aku juga sih) harganya murah meriah kok, cukup 110.000 saja... Dibawahnya, yang aku tutup lap warna biru, adalah baskom berisi piring, gelas, mangkok, dll.

Sudut Cantik
Salah satu sudut cantik di kamar, Meja tersebut sebenarnya rak tiga susun, tapi aku tidurkan biar luas penampangnya lebih besar. Keranjang hijau untuk tempat lotion, parfum, dan minyak bulus...hahahha..minyak lainnya lah... Ada foto orang tua dan kotak pensil yang multifungsi sebagai jam digital (hadiah dari Kementerian Keuangan, biar tambah loyal hihihi). Ada pewangi ruangan otomatis, jam dinding warn ahijau, serta kaca yang dihias.

Depan Kamar Mandi
Di depan kamar mandi ada gantunga tempat meletakkan kunci, pintu kamar mandi dihiasi wallsticker hijau benderang. Ember, bak cuci dan gayung juga warna hijau.
Sudut Segar Kamar Mandi
Saya memang nggak suka sesuatu yang polos-polos aja sih, hehehe.. jadi sudut kamar mandi pun taklepas dari tempelan wallsticker. Karena kamar mandi pribadi, saya sarankan kalian lebih sering membersihkan, karena kalau bukan kita sendiri yang bersihkan,mau nyuruh siapa lagi?
Saya meluangkan waktu seminggu 2x menyikat lantai kamar mandi, karena kamar mandi saya juga digunakan mencuci piring dan mencuci baju, lebih cepat licinnya. Biasanya hari Rabu dan Sabtu, sedangkan menyikat dinding kamar mandi (ga tau kenapa tuh ada bekas putih-putihnya di keramik, sudah jauh lebih baik setelah disikat mati-matian) dilakukan seminggu sekali di hari Sabtu. Mengenai menyikat toilet saya lakukan seminggu 2x. Oh ya, saya juga menyediakan toilet sanitizer spray disebelah kloset, gunanya agar tetap higienis.
Kamarku Sayang
Dinding berwarna hijau selalu jadi pilihan untuk kamar kos ku. Seger aja sih ngeliatnya. Bukan karena saya bonek loh ya... Agar tidak monokrom warna ijo doang, saya menggunakan karpet puzzle berwarna-warni dengan nuansa hijau-kuning dan oranye. Wallsticker tetap menjadi andalan penghias dinding. Sebelum naik ke karpet, WAJIB hukumnya menggosokkan kaki ke keset hijau yang tersedia, biar karpetnya nggak kotor. Meskipun washable siiih.. cuma saya memang menghindari ada semut gatal di kamar.

Lemari - Lemariku
Nah ini dia lemari ku, yang tinggi tempat pakaian, yang rendah tempat jilbab, dagangan dan tetek bengek lainnya. Di dalamnya sudah diklasifikasikan dalam wadah seperti tupperware gitu, biar kalau nyari apa-apa mudah.
Jika diintip dari jendela


Bagaimana kamar saya? Nyaman bukan?
Saya biasakan bahwa tiap mau keluar kamar, kamar harus dalam kondisi serapi ini dan sebersih itu, jadi kalau balik dari kegiatan lalu capek, saya bisa langsung istirahat.

Tapi ada kelemahannya, kamar cantik saya ini sangat panas hawanya. Mungkin karena di lantai teratas, jadi dinding-dindingnya langsung terpapar matahari. Tapi hal itu bisa dikompensasi dengan adanya AC Split.

Mohon doanya agar AC bisa segera terbeli dan saya nggak perlu masuk angin gara-gara kipasnya aku arahkan ke saya terus tiap malam. Hehehhe..

Emang sih kos saya ini terbilang murah sekali, hanya Rp650.000 untuk semua fasilitas ini (nambah kulkas juga ga nambah duit kok). Tapi kalau mau pasang AC harus beli AC sendiri, masalahnya saya ini sukanya brand-brand yang oke kualitasnya dan layanan servicenya, biar sekalinya beli langsung dapat yang awet  *Dan itu pasti harganya mehil banget*. lantas uang sewanya jadi Rp1.000.000/bulan (Masi murce lah ya untuk kamar seluas ini dan kamar mandi selega ini)


Next mungkin saya akan bikin dapur pribadi depan kamar. *setelah meninggalkan dapur di kosan yang lama....


Rabu, 24 September 2014

Mempersiapkan Hati untuk Kehilangan (Lagi)

Burung berkicau tanda setia pada pagi
Ku dengan engkau tak bisa dipisahkan lagi
Jantungku kau pinta pun kan ku berikan
Betapa dalamnya cinta untukmu.....


Dear my blog...

Beberapa kali kehilangan membuatku terbiasa dengan firasat ini, terbiasa dengan tanda-tanda bahwa apa-apa dan siapa-siapa yang aku cintai akan pergi. Kali ini si Gantengku yang akan pergi...

Blogku sayang, mungkinkah ada yang tau seberapa besarnya perasaanku pada dirinya. Sungguh besar, sampai rasanya tak dapat kugambarkan dan kudefinisikan disini. Sejak 2008, pertama kali menatap wajahnya, sejak itulah pada tiap doa-doaku ada namanya terselip. Bagiku dia cinta yang tak pernah padam *well,backsound nya Sandy Sandoro terdengar*.Selama ini dia selalu ada, dalam kondisi seperti apapun.
Kalau tiba-tiba dia pergi, sahabatku benar, aku pasti sudah kehilangan pegangan.

Dan aku tak bisa...
Ku tak bisa..... jauh... jauh...darimuuuu...

Rasanya ingin mengutuk diriku sendiri, kesalahan dan kecerobohanku justru membuat hubungan ini dipertaruhkan. Sekalipun yang bersangkutan bisa menerima, entah mengapa rasanya aku sudah tak punya muka lagi menghadapi semua ini. Berharap ini mimpi buruk, tapi sayangnya ini kenyataan yang tidak bisa kuhindari. Ingin lari, tapi sampai kapan. Ingin pergi meninggalkan tapi rasanya aku pun tak akan sanggup.

Bagaimana dia bertahan selama ini kan hanya karena kami berdua, tapi bagaimana dengan pihak-pihak sekitar kami. Sekalipun si Ganteng bilang semua bisa teratasi asal bersama, bagiku tak semudah itu. Seberapa beratnya kami berusaha, seberapa beratnya dia mempertahankan agar aku tidak pergi. Padahal seandainya dia tau, bahwa kata dan hatiku ini tidak sinkron. Bibirku bisa saja bilang dia lebih baik dengan yang lain, tapi  itu sama dengan menikam jantungku sendiri berkali-kali, berbicara begitu anggap saja aku sedang meremas hatiku kuat-kuat. Sampai hancur.

Bagaimana, Yaa Rabb, bagaimana aku bisa kehilangan seorang laki-laki yang jelas-jelas namanya selalu kulantunkan bertahun-tahun ini kepadaMu? Bagaimana, bila aku sudah terbiasa dengan kehadirannya setiap waktu lantas tiba-tiba dia harus pergi? Sekuat apa aku hingga cobaan ini bisa datang bertubi-tubi begini?
Sampai kapan, sampai sejauh apa dan sampai seberat apalagi cobaan kami?

Tidak bisakah, Yaa Rabb, sekali ini saja, sekali ini saja jadikan dia labuhan terakhir bagiku. Bukankah begitu mudahnya bagiMu menjadikan hatinya sebagi ttempatku pulang, menemui ketentraman, kenyamanan dan rasa aman....

Kali ini justru tertutup sudah kesempatan kami untuk dekat, untuk menghilangkan jarak yang ada.

Aku harus bagaimana lagi...

Namun ku terlanjur mencintai dirimu 
Terlambat bagiku pergi darimu 
Bagiku terlalu indah perasaan itu 
Tak mudah untukku menjauh darimu



Selasa, 02 September 2014

Balada Batik dan Makan Siang Ibu

Ibu memuji batik yang kukenakan hari ini.

Bosku sekarang memang sangat fashionable, selain cantik dan cerdas tentunya. Beliau juga memberikanku saran ketika aku pakai baju yang gelap atau jilbab yang kurang cocok dipakai ke kantor. Kurang pas di badanku yang kuntet,bantet, dan gelap ini. *cukuptaudiri*

Sejak itu aku merubah gaya busanaku, kalau di KPKNL aku bisa pakai pakaian senyamanku, disini aku nggak bisa. Apalagi menghadapi tamu-tamu yang datang ke ruangan Ibu, mulai dari pejabat eselon II sampai Direktur BUMN. Masa bosku cantik dan fashionable gitu tapi penerima tamunya berpenampilan malu-maluin, hancur reputasi kantor nanti.. *oke mulai lebay*

 Maka mulailah memaksa bangun lebih pagi, demi bisa dandan agar segar setiap saat. Juga mulai menyisihkan uang gajian untuk beli batik dan pakaian yang cukup rapi dan sedap dipandang. Minggu kemarin aku ke Thamrin City, bukan buat beli Jilbab dan dijual lagi sih, tapi buat cari batik. Batik baru itu langsung aku cuci setrika untuk aku pakai hari ini.

"Tiar batikmu baru yah?"
"Iyaaah, Ibu, jadi malu.." sambil senyum-senyum najong.
"Bagus, cocok ya kamu pakai"
"Iya bu, syukurlah"
"Beli dimana?"
"Di Thamrin City bu..."
"Beli berapa Tiar?"
"95ribu bu"
dan Ibu langsung kaget, murah banget memang yah bagi Ibu, hehehe
"Murah sekali..kamu suka bahan tidak? Ibu ada lho bahan batik, lebih bagus"

Percaya bu, percaya.. nggak ada barang Ibu yang nggak bajuuuus, bahkan oleh-oleh ibu dari Vietnam juga luar biasa bagus dan cantik tas nya..

"Nanti Ibu bawakan buat kamu ya, Kain Bali, bagus deh kamu pakai"

Huwaaaaa... mataku pasti langsung berbinar-binar deh tadi, mungkin juga idungku mimisan saking mupengnya.

Tapi sayang, kejadian Makan Siang, lebih konyol lagi. Aku kelewatan rajinnya emang.

Jadi tadi siang Ibu mau rapat jam 12.30, maka saya menawarkan makan siang dulu. Ibu bilang ingin pecel dan ikan bawal. Siyaaap!
Turunlah ke kantin Perben, beli Pecel dan Ikan Bawal yang digoreng. Tapi di warung itu nasinya habis, ya sudahlah saya beli 2 nasi dan ayam goreng plus lalapan di warung sebelahnya. Langsung lari lagi balik ruangan, mengejar jadwal rapat Ibu.
Hidangkan di piring, lengkap sendok garpu dibungkus tissue, tak lupa mengagumi kreatifitas diri sendiri, mungkin aku berbakat jadi karyawan restoran. Hahaha..
Begitu masuk ruangan Ibu, ziiiink... SALAH.
"Pecel lele itu mbak, sambel sama lalapan"
Owalah, habis di Surabaya kan Pecel ya sayuran disiram bumbu kacang yak? Hahahaha
"Tenang bu, lalapan sama sambelnya segera datang"
Buru-buru bawa keluar tuh menu yang salah, tuker sama lalapan dan sambelku, untung aja aku beli ayam goreng, dapat sambal dan lalapan.
Ini sih aku taunya Lalapan Bawal, hihihi, aku harus belajar menu Jakarta sepertinya.
______________________
Udah kan, Ibu rapat. Sebagai karyawan yang baik, aku khawatir ruangan ibu bau ikan goreng, aku beresin piring di meja makan Ibu. Sambil memuji bahwa bos ku ini rapi sekali, habis makan piringnya ditutupin tisu. Luar biasa.
Sama beresin meja Ibu dari dua cangkir teh hangat, setelah ada tamu bos yang nggak kalah BIG dari bos.
Tehnya masih sisa agak banyak, kayaknya kurang desap deh teh buatanku... *padahal udah aku cicipin loh,Eh....* 

Kujalani beberapa jam ke depan dengan tenang sampai Ibu datang dan bilang, "Aduh mbak, tadi lagi makan enak banget, aku mau lanjutin makan lagi" Ibu masih belum masuk ruangannya, belum liat meja makannya sudah bersih...

APAAAAAAH????

Aku langsung berdiri, setting muka penyesalan teramat dalam...
"Yaaah, maaf Ibu, saya sudah bereskan meja Ibu, malah saya mikirnya Ibu rapi sekali setelah makan ditutup tisu... Maaf bu..."

Meledaklah tawa Ibu, ditutup itu karena belum selesai dan pengen dilanjutin, malah aku kira untuk diberesin.
"Ibu masih lapar ya bu?"
"Iya mbak.."
Karena merasa bersalah, "Ibu mau Siomay? Ada siomay enak sekali bu, sudah melegenda, di depan lapangan futsal"

"Emang ada mbak? mau mbak, tapi siapa yang berangkat?"
"Saya bu"
"Nggak apa?"
Mengangguk mantap, lantas lari ke bawah, belikan siomay.
Begitu Ibu makan dan puas, ah..lega saya..

Kamis, 28 Agustus 2014

Lirik I'm Sorry Good Bye

Just share :-)
Please enjoy...

Link Download disini

Sebelum bertemu denganmu hidupku bahagia
Semenjak bertemu denganmu ku makin bahagia
Semakin lama aku semakin tahu tentang engkau
Sedikit kecewa ternyata engkau tak baik

Pertama-tama semua manis yg engkau berikan
Membuat aku merasakan cinta sebenarnya
Semakin hari semakin terungkap yg sesungguhnya
Ku makin kecewa ternyata kau penuh dusta

Reff:
Maafkan ku harus pergi
Ku tak suka dengan ini
Aku tak bodoh
Seperti kekasihmu yg lain
Terima kasih oh tuhan
Tunjukkan siapa dia
Maaf kita putus
So thank you so much
I’m sorry, goodbye


Seribu cara kau membuaiku dengan puitis
Maybe kau lupa bahwa aku pun juga manusia
Yg punya mata, punya hati, dan perasaan
Maaf aku pergi dan takkan untukmu lagi

Repeat reff