Jumat, 17 Januari 2014

Petualangan Mencari Kost Daerah Kwitang

Assalammualaikum,

Hari Sabtu kemarin akhirnya Saya, Prinda dan Pandu memutuskan untuk berkelana mencari kamar kost yang dekat dengan kantor tempat saya magang yaitu KPKNL Jakarta III.  Menurut mbak google sih kami harus cari daerah kramat kwitang, tinggal jalan kaki ke kantorku, daripada stay di hotel lama-lama juga bangkrut.

Kami berjalan kaki keluar hotel dan naik angkot M12,kami berencana turun di kwitang namun sayang, si Angkot justru naik fly over dan makin jauh dengan kwitang. Akhirnya kami nyebrang ke ruas jalan sebaliknya. Naik M12 lagi dan turun di.......................tempat yang sama ketika kami baru naik M12.

Haissh... Golongan orang macam apa coba yang naik angkot dari titik A ke titik B malah turunnya di titik A lagi. Udah gitu dari titik A ke titik B kami jalan kaki... hihihi... Ya gini ini orang jalan kaki tapi tetep keluar duit angkot. *jedotin kepala ke tembok*

Kost daerah Kwitang itu kebanyakan nggak ngasih tulisan "Terima Kost Putra" atau "Terima Kost Putri" atau "Terima Kost Putra/Putri" , yang ada cuma "Terima Penitipan Hewan" :))

Alhasil kami cuma menerka-nerka pokoknya bangunan tinggi, banyak jendelanya dan banyak motor yang diparkir disitu maka artinya itu kost-kost an :) Sungguh, belum apa-apa kami sudah jago di bidang Penilaian. Akhirnya aku mendapatkan kost-kost an juga, di rumah bapak RW yang baiiiik sekali. Kamarku berukuran 2,5m x 2,5m , kamar mandi luar tapi kasur dalam :) Alhamdulillah. Fasilitas ranjang trus kasurku empuuukkk sekali... ranjangku nomer 2, jadi gede bisa guling-gulingan. Sisi buruknya, karena kegedean ranjang, jadi berasa sepi kalau nggak ada suami *haaaaaiiishhhh.....*

Aku dapat lemari, terus fasilitas cuci setrika 2 stel pakaian tiap hari,, asik - asik, cuma tinggal nyuci daleman doang :p . Tapi ngomong-ngomong soal daleman nih ya, karena Jakarta dirundung hujan beberapa hari ini, akhirnya tuh cucian baju dalam udah berhari-hari nggak kering :( Akhirnya beli setengah lusin lagi deh di Tanah Abang. *elus-elus dompet*





Nah itu adalah kamar kost ku setelah aku belikan seprai (sebenernya dapat seprai sih, tapi kurang gede ukurannya jadi nggak rapi,makanya aku belikan lagi. Kira-kira biar bisa jadi kayak gitu aku ngabisin biaya sebagai berikut :

1. Keset dalam ruangan warna  hijau , beli di Pasar Senen (used) senilai Rp35.000
2. Bedcover Keropi , beli di Pasar Senen barang baru senilai Rp175.000
3. Bantal Panjang , beli di tanah abang senilai Rp45.000

Ongkos ngepel dan bersih2nya nggak usah lah yaaa.... , eh ya, gantungan kunci nya Rp1.000 :)

Ini adalah peraduan selama aku merantau di kerasnya ibukota, semoga betah...

Sabtu, 11 Januari 2014

Hari Pertama di DJKN , Yip Yip!

Assalammualaikum,

Hari ini tepat satu tahun dari malam-malam hampa di 2013, malam-malam dimana aku harus menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

Sekarang, tepat satu tahun, alhamdulillah.. Saya berada di salah satu kamar hotel di Jakarta, dengan janji kehidupan yang lebih baik. Dengan seseorang yang jauh lebih baik menemani hari-hari saya, meski belum jadi calon suami. :)

Nah, hari ini saya melakukan pelaporan ke unit di tempat bekerja yaitu : DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara), tempat pertama pilihan saya dan alhamdulillah dituruti :D Hehehhe...
Dan karena rekan-rekan ingetnya nama TIAR NURITA maka jadilah saya ditunjuk sebagai Ketua untuk angkatan 2013 khusus DJKN. *tepok jidat*

Apa sih tugas ketua DJKN? Jujur aku juga gak paham,  yang jelas sih katanya kalau ada info terbaru, bakalan dikasih ke ketua trus ketua harus menyebarkan ke rekan-rekan lainnya. Karena anak DJKN 80 orang, itu artinya kalau lewat sms 350x80 : 28.000 untuk setiap informasi. Huhuhu... kalau ngikutin slogan DJKN yaitu 1 informasi setiap hari itu artinya, setiap hari sang Ketua harus merogoh kocek 28rb buat pulsa. *mangap-mangap*

Di jaman melek teknologi begini, saya gak kurang akal. Kalau grup Whatsapp cuma bisa maksimal 50, ya dibuatlah grup Kakao Talk, Line, FB dan BBM :)) iya sih nggak rugi pulsa buat sms, tapi kuota langsung ludes. Hihihihi.... Ga apa deh, demi....demi.... :)

Demi DJKN Jaya.

Oh ya, karena informasi sebelumnya menyatakan di DJKN itu kami magang menggunakan pakaian hitam-putih maka koperku penuh dengan baju hitam putih yang unyu-unyu, secara ya aku nggak suka pakai baju putih, biar bisa dipakai maka modelnya harus lain dari yang lain dong :)

Jreng...jreng ternyata magangnya pakai seragam sesuai peraturan kemenkeu yaitu :
Senin-Rabu kemeja Biru
Selasa- Jumat pakai Batik
dan Kamis baju bebas.

Isi koper saya cuma satu baju bebas, empat baju putih, dua celana hitam dan dua buah batik.
Alamat saya harus merogoh kocek lagi beli bawahan biru gelap dan atasan kemeja biru. Huhuhu... belom cari kost pula, Ya Allah...
Ya gini lah didikan Menwa, apa kata pimpinan ya ndak mau tau mintanya Senin udah pakai celana / rok biru gelap dan atasan biru muda ya mau nggak mau harus ada!

Saat pembagian tempat magang, saya mendapatkan tempat di KPKNL Jakarta III, yaitu Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Jakarta III, kami melayani daerah Jakarta Barat, 291 Satker dan 16 Kementerian/ Lembaga. Termasuk di dalamnya Kementerian Pekerjaan Umum *woooohhh*.

Hari pertama laporan, alhamdulillah kepala kantor dan jajaran staf nya sangat welcome, dan meningkatkan kecintaan kita pada DJKN, dan saya makin ngeces denger beliau sudah berkelana ke 4 Benua, dan menuntut ilmu dari Negara.... Ahhhhh... Aku harus BISA!!!

Aku udah pulang jam 5 lebih, karena harus belajar tentang Rekonsiliasi, well... belum apa-apa aku udah dapat pekerjaan merekon semua satker dan K/L di lingkungan KPKNL Jakarta III. Entah sampai berapa bulan kami disini, denger-denger kami akan dimutasi lagi ke kantor-kantor lainnya dan di pusat DJKN.

Dimanapun, dimanapun saya ditempatkan saya siap.
Saya paham benar konsekuensi nya ketika saya mendaftar pertama kali.

Bismillah, besok cari kost dan kemeja biru. Semoga lancar... amiiin....


Kamis, 09 Januari 2014

Perjalanan ke Jakarta, Jejak Langkah Pertama

Assalammualaikum,
Saat ini saya sedang berada di kereta, setidaknya 2 jam lagi saya akan sampai di Ibukota NKRI, Bismillah.

By the way,  saya punya inisiatif untuk membuat gath akbar cpns Kemenkeu tapi sayangnya, saya lalai memperhatikan bahwa flyer yang dibuat oleh salah satu tim kami memuat logo Kemenkeu.  Akhirnya kami nggak boleh menyebarkan flyer yang isinya database teman2 satu angkatan.

Nggak cuma dilarang, panitia yang namanya Rengga, Maruli, Pora, Maya, Sandy, Saya dan Helmida pun turut disidang. Padahal kami belum pernah saling bertemu. Yang lain sih sudah kemarin, pagi ini saya dan Helmida bersama Maya yang harus menghadap. InshaAllah... lancar :)

Kayaknya saya harus sungkem minta maaf ke temen2 regional Jakarta karena sudah membuat mereka cemas dan kebat kebit karena kejadian ini. Meskipun aku sudah minta ijin via telpon dan mendapatkan ijin, tapi rupanya birokrasi tetaplah birokrasi. Sehingga kami harus menyerahkan data yang sudah kami dapatkan dan membatalkan acara gath akbar tersebut.

Pelajaran buat saya kedepannya harus lebih matang dan jelas. Agar tidak merepotkan tim lainnya. Haiyah pemberkasan aja belum malah udah kenalan ama bapak2 di eselon III nantinya ini.

>.<

Namanya juga Tiar, selalu ada kejadian mengejutkan dan mendebarkan di hidupku.

Hehehhe...

Bismillah,  semoga nama Tiar Nurita Qadarsih di Kemenkeu sama bagusnya dengan nama ini di tempat-tempat lain. Amin.

Nah wangi Jakarta sudah mulai tercium, perpaduan macet dan banjir yang akan menyambut kami sesampainya di sana. Kota ini, tempat aku akan bekerja dan menikmati ritme hidup. Kali ini aku lebih siap. Bekalku cukup.

InshaAllah dimudahkan dan dilancarkan. Bakalan hapal rute busway dan hapal rute angkot meskipun aku udah mewanti-wanti diriku sendiri untuk nggak naik angkot. Heheheh....

And I am here, Jakarta.

Rabu, 08 Januari 2014

Kau yang Tak Teraih

Assalammualaikum,

Hari terakhir di Surabaya, semuanya sudah siap. Tinggal memasukkan beberapa kosmetik dan pakaian pelengkap maka kakiku akan mantap meninggalkan kota Pahlawan ini. Meninggalkan Mama dan Ayah dengan janji kembali membawa berita bahagia.

Selain perasaan sedih karena akan berpisah entah sampai kapan karena belum beli tiket pulang,  ada segelintir rasa yang menyelinap. Perasaan yang entah apa ini namanya, perasaan yang tak tersampaikan.

Aku jatuh hati, sejak ribuan malam yang lalu dan tak pernah berani berkata karena kau begitu sempurna dan tak teraih. Lalu kau hadir kembali di kehidupanku,  membongkar kenangan masa lalu. Kau tak pernah beranjak dari hidupku, tak pernah. Aku ingat caramu berbicara, ingat cara jalanmu, ingat bagaimana kau tertawa. Kau tak pernah pergi...

Kemudian kita bertemu lagi, kau masih sesempurna ingatanku. Kau semakin tak teraih. Maka aku cukup tahu diri untuk diam dan sekedar memimpikanmu. Aku bukan siapa-siapa, sungguh jauh diriku dari kata pantas untukmu.

Tak sesantun engkau, tak se kaffah engkau, tak sebaik engkau. Tapi perasaan ini begitu besar dan begitu kuat. Aku tak pernah merasa sesedih ini kala jatuh cinta, Kekasihku.

Aku sedih karena aku mencintaimu yang begitu indah, aku sedih karena aku mencintaimu yang tak teraih, aku sedih karena aku takut aku harus menikam perasaan ini sampai mati.
Aku sedih karena aku takut mengotori kesempurnaanmu, mengotori kesucian hatimu.

Berharap untuk kau miliki adalah salah satu mimpi besarku, memiliki madrasah keluarga dengan kau imamnya adalah tujuanku. Tapi entah mengapa, takdir tak pernah pasti dan aku tak kunjung berani.

Aku sedih, sedih karena tidak tau hubungan apa yang sedang aku jalani denganmu. Aku ingin menjaga hatiku dan diriku dengan berpuasa, tapi setiap malam tiba aku merindukan berbagi cerita denganmu. Bagaimanalah ini Cintaku, dalam hitungan beberapa jam aku akan pergi ke lingkungan yang baru, dalam beberapa jam aku akan berkumpul dengan teman-teman baru dan dari ribuan orang itu akan ada satu dua yang mendekatiku.

Lantas apa yang harus aku lakukan, Cinta? Istikharah ku bermuara padamu tapi kau tak kunjung bicara padaku. Aku mulai ragu arti mimpiku, apakah petunjuk atau bunga tidur semata.

Aku mencintaimu, dengan setulus hatiku meski aku sadar aku tak mampu.
Katakanlah padaku bagaimana perasaanmu, katakanlah padaku apa yang harus aku lakukan, karena jika kau minta aku menjalani hidup biasa saja seperti tidak ada apa-apa itu tak akan mungkin kulakukan.

Karena ada kamu, yang mencuri hatiku sejak pertama bertemu.


2008-2014

Selasa, 07 Januari 2014

Siap Pemberkasan, Siap Menuju Ibukota

Assalammualaikum. .

Packing sudah, tiket dan berkas juga sudah beres.
Besok InshaAllah meninggalkan kota kelahiran ku ini, menuju ke Ibukota. Demi bakti pada negeriku Indonesia.
Satu mimpi telah terwujud, langkah besar menjadi seorang abdi negara dan bekerja di Ibukota.

Semoga langkah ini dimudahkan, adaptasi baru di kantor pusat semoga lebih banyak membawa kebahagiaan daripada duka. Semoga kuat dengan berbagai cobaan. Amin.

Malam ini niatnya mau ngobrol2 sama Mama Ayah sebelum pergi entah untuk berapa lama. Tapi rupanya malah terjebak di Dokter Gigi. Dapat nomor urut paling bontot yang kira2 jam 11 malam baru masuk ruang dokternya.
Ya gak apalah, aku ga punya waktu lagi.

Btw, buat yang keterima di Ditjen Pajak alhamdulillah untuk OJT bisa pilih kota. Sedangkan aku yang diterima di DJKN nggak bisa memilih, udah pasti di Jakarta dan Sekitarnya. Aku berdoa semoga di pusat saja, biar langsung banyak yg dipelajari. Tapi dimanapun nanti ditempatkan ya harus siap lahir batin. :)

Oh ya, perasaanku lagi rentan, mungkin karena malam ini sebenernya aku pengen disapa dan ngobrol panjang tapi justru diketawain gara2 aku nanya hal yang aku ga tau... jadinya malah sedih.

Aku memang bukan perempuan serba tahu, karena itu kalau aku tidak tau, toling diberitahu. Kalau tidak mau memberitahu, setidaknya jangan tertawakan aku...

Sayang sekali malam terakhir ini berkubang luka...

Minggu, 05 Januari 2014

Mencintai dalam Diam, Merindukan dalam Doa.

Kekasihku,
Malam ini langit kelabu ragu-ragu. Dia tak menampakkan bintang, tapi tak juga menurunkan hujan. Kau bilang disana langit menjatuhkan rinai hujannya pada gerimis, langit kita sedang tak seirama.

Kekasihku, kupandangi langit malam ini, berharap rembulan membiaskan parasmu yang kurindukan. Berharap angin mendesiskan santun suaramu yang membuatku terpikat. Kau, bagiku kau adalah kesempurnaan yang tak teraih. Kesucian yang tak terjamah.

Kekasihku, setiap membaca pesan darimu pipiku bersemu merah, senyumku terkembang dan segala rasa sedih gelisah perlahan memudar. Kala melihat namamu menelponku hatiku membuncah menahan luapan gembira. Otakku bekerja keras mencari bahan pembicaraan, entah mengapa tak pernah ada habisnya.

Kekasihku, tidakkah terbaca olehmu betapa aku memiliki perasaan istimewa padamu. Perasaan yang tak akan pernah tersampaikan karena aku takut tak pada tempatnya. Karena aku takut merusak kesucianmu. Karena aku takut aku tak sesempurna engkau.

Tidak kekasihku, kau bahkan lebih dari sekedar pandai daripada sekedar tahu bahwa aku menyimpan perasaan istimewa ini untukmu. Aku menyimpan hati ini rapat-rapat. Aku lelah beberapa kali sudah harus mengganti hatiku dengan yang baru karena hati demi hati yang sebelumnya hancur dan terkoyak parah. Maafkan aku kekasihku, bila aku tampak begitu keras untuk kau dekati, begitu angkuh untuk kau lembutkan.

Maafkan aku yang berjuang sungguh-sungguh untuk menolak pesonamu, sekalipun itu sia-sia. Aku telah jatuh hati padamu sejak pertama bertemu, sejak memandangmu pertama kali, dan sejak kau mengenalkan dirimu pertama kalinya. Wajahmu terpahat sempurna di ingatanku, seklipun ribuan malam kita lewatkan tanpa pernah sekalipun bertemu kembali.

Kekasihku, takkah kau sadar betapa tingginya derajatmu di mataku. Kau dan kesederhanaanmu, kau dan keshalihanmu, kau dan sopan santunmu... Aku merangkak, berlari dan memanjat bersusah payah untuk menyamaimu, untuk dapat sekufu denganmu. Sekalipun aku tahu ini tak akan mudah, bukan berarti aku tak bisa.

Kekasihku, perasaan ini tak akan pernah terungkapkan padamu. Tak akan pernah keluar dari bibirku. Maafkan aku yang begitu keras kepala menyimpannya rapat-rapat, maafkan aku yang memegang teguh prinsip kehormatan wanita. Betapapun istimewanya perasaan ini, dia jauh lebih istimewa jika kau menjemputnya.

Kau boleh bilang aku sedang berjudi dengan perasaan istimewa ini. Bertaruh kau memiliki perasaan yang sama dan menjemput hatiku, atau suatu saat nanti aku harus menikam rasa ini karena mendengar kau di pelaminan dengan wanita yang bukan aku....

Kekasihku, lebih mudah bagiku mencintaimu dalam diam sampai waktu kita tiba...

Aku merindukanmu, tahukah kau? Atau kau sedang berpura-pura tidak tahu seperti biasanya, lantas menyindirku dengan halus hingga membuatku tersipu?

Aku merindukanmu, rindu yang juga takkan pernah sanggup keluar dari bibirku. Aku sering disergap perasaan bersalah bila mencoba mengutarakan perasaan istimewa dan rindu ini. Aku sering merasa terlalu lusuh dan kotor karena memiliki rasa ini untukmu.

Aku merindukanmu, merindukan ketenangan saat di dekatmu. Merindukan cahaya yang berpendar-pendar dari dirimu. Aku merindukanmu, dan setiap rindu itu muncul aku hanya bisa bersimpuh, beristighfar berulang-ulang.

Lebih mudah bagiku mencintaimu dalam diam, merindukanmu dalam doa.

Semoga Allah memiliki rencana indah bagi kita, Kekasihku...



Saya Gagal Pemberkasan Online

Assalammualaikum. ..

Well, tahapan berikutnya setelah dinyatakan lolos tes CPNS Kemenkeu adalah melakukan pemberkasan Online. Awalnya aku kira bakalan upload berkas2 gitu deh, makanya aku mau masuk kantor lama sampe Senin, maksud hati sekalian numpang fasilitas fotokopi dan scanner milik kantor. Hehehhee :)

Ternyata nggak, aku cuma perlu masukkan nomer surat keterangan sehat, skck, nomor surat bebas narkoba dan npwp aja. Asyik...jadi Senin cuma tinggal pamitan yuk dadah babay aja ama kantor lama. Kalau terlalu lama di kantor sebelumnya , ntar aku bakalan gagal move on. Jadi hari senin aku akan memanfaatkannya untuk foto2an bareng dan aku jadikan kalender 2014 . Biar selalu ingat dimanapun kami :)

Back to our main topic, darla.
Aku udah seneng banget nih mau pemberkasan online. Semangat 45 nyiapin semua nomer2nya. Ealah, ternyata gagal.
Udah coba cara yg dikasih di kaskus, clear cookies dsb juga masih gagal. Lantas mencoba pake IE, google Chrome sampe mozilla Firefox juga gagal total.
Lantas cara paling simple, pake BB dan Android juga gagal.

Malu bertanya sesat di pemberkasan.

Akhirnya aku telpon panitianya, aku bilang aja punyaku gagal total. Dia akhirnya memberikan solusi cerdas, saking cerdasnya semua orang juga tau bahwa ini adalah langkah yg memang harus kami lakukan : "COBA TERUS".

Aku bahkan sudah merepotkan orang lain untuk input dataku, merelakan privasi ku terbacaolehnya (hhahaha..anggep aja modus taaruf) tapi dia juga gagal.

Maka, karena saya bukan ahli IT saya menyimpulkan bahwa yang rusak bukan server, bukan perkara cookies and cream nya, tapi masalah user ID ku.

Pemberkasan akan berlangsung sampai tanggal 8, sedangkan pemberkasan fisikku tanggal 9. Pasti ada dispensasi untuk golongan orang2 gagal sepertiku.

Bismillah, semuanya berjuang ya.

Btw, ada 3 orang yang message aku  dan aku kasih tau kalau aku juga gagal, rata2 jawaban mereka :

"Nah kalau bu komandan juga gagal, saya lebih tenang sekarang"

Wkwkwkkw, aseeem... nyari temen buat mengadu nih rupanya. Yayaya... aku bukan nabi banyak gapteknya memang :)